Awas, Tertipu Tas Palsu

•Juni 7, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tas sudah menjadi kebutuhan utama setiap perempuan. Tak hanya sebagai pelengkap penampilan, tas juga bisa mencerminkan status sosial penggunanya. Tas mewah buatan para desainer sudah pasti menunjukan bahwa penggunanya berasal dari kalangan sosialita.

Desainnya yang unik membuat tas buatan para desainer tersebut banyak ditiru di pasaran, hingga kita sulit membedakan antara tas yang asli dan paslu. Memang, tak ada salahnya menggunakan tas palsu bila Anda sudah mengetahui dan membelinya dengan harga yang sesuai. Namun jika Anda sudah mengeluarkan banyak uang demi memuaskan hasrat memiliki sebuah tas asli dengan kualitas yang baik, sudah pasti Anda akan merasa kecewa dan tertipu bila tas yang dibeli ternyata palsu.

Bagi orang awam, mungkin membedakan antara tas asli dan palsu memang bukan suatu perkara yang mudah. Nah, agar Anda tidak terjebak dengan tas palsu yang banyak beredar di pasaran, coba simak tip di bawah ini :

Harga tas

Tas asli buatan desainer memang memiliki bentuk yang sempurna dan terlihat mewah, tidak mengherankan jika dijual dengan harga yang relatif sangat mahal. Mungkin selama ini Anda menantikan diskon besar-besaran agar bisa membeli tas tersebut, tapi Anda jangan pernah percaya jika ada yang menawarkan barang bermerek asli dengan harga 30 persen di bawah harga asli. Tas seperti Louis Vuitton (LV) tidak pernah didiskon di outlet resminya, kecuali untuk karyawan pada waktu-waktu tertentu. Begitu pula dengan merek Chanel yang jarang sekali didiskon khususnya di Asia, kalau pun diskon biasanya barang yang sudah out of season

Material tas yang digunakan

Meskipun tas palsu ada juga yang dibuat dengan materi yang sangat bagus, namun jika Anda jeli maka akan terlihat perbedaannya. Seperti perbedaan pada warna kulit ataupun kelenturan tas. Biasanya tas palsu agak sedikit kaku dengan kepekatan warna yang kurang. Perhatikan pula retsleting (zipper) tas. Tas asli bahannya justru agak kasar dan biasanya pengaitnya diembos dengan logo merek. Model retsleting akan berubah sesuai dengan pergantian musim. Selain itu retsleting tas bermerek punya ukuran standar berat dan dimensi tertentu.

Penulisan logo atau merek

Salah dalam penulisan merek adalah salah satu bukti bahwa tas tersebut bukan buatan asli desainer ternama. Kenali logo dan bentuk huruf merek pada tas tersebut karena yang palsu sering berbeda bentuk huruf dan bahkan ada yang tulisannya terbalik.

Serial Number

Jangan lupa, tas asli memiliki nomor seri yang biasanya tersembunyi di bagian dalam tas. Dalam setiap deretan angka yang tertera tersebut memiliki arti. Misalnya, LV SP0037 artinya dibuat bulan Maret tahun 2007.

Di kemas dalam tas pembungkus

Tas mewah buatan para desainer biasanya dikemas dalam sebuah tas pembungkus (Dustbag) yang terbuat dari bahan yang halus seperti flannel, dengan ukuran lebih lebar dari ukuran tasnya. Tak hanya itu, dalam Dustbag juga dilengkapi dengan lap pembersih.

Sementara pada kantong pembungkus tas palsu biasanya dibuat dengan ukuran yang cenderung pas-pasan.

Protective Metal Base

Agar kulit dasar tas tidak mudah tergores, biasanya tas-tas bermerek dilapisi dengan protective metal base di dasar tas. Beberapa merek memiliki protective metal base dengan standar tertentu dan di-emboss logo merek.

source: http://www.conectique.com/tips_solution/fashion/smart_tips/article.php?article_id=7506

Triks Berbusana untuk Tampil Ramping

•Juni 7, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Memiliki berat badan berlebih terkadang dapat membuat penampilan terlihat tidak sempurna. Meskipun sudah menjalankan program diet dan melakukan aktifitas fisik secara rutin, namun hasilnya belum juga dirasakan.

Bagi Anda yang ingin memiliki bentuk tubuh ramping dengan cepat, caranya mudah saja. Anda hanya perlu mensiasatinya dengan mengenakan busana dan aksesoris yang tepat.

Berikut beberapa tirk berbusana untuk menyamarkan bentuk tubuh agar Anda terlihat lebih ramping.
Kenakan Bootcut Jeans

Meskipun saat ini skiny jeans sedang trend, tetapi tidak semua bentuk tipe tubuh cocok mengenakan model celana ini. Bila Anda merasa skiny jeans bukanlah pilihan yang tepat untuk tubuh Anda, cobalah beralih dengan mengenakan bootcut jeans. Hampir semua bentuk tipe tubuh cocok mengenakan model celana ini. Letak kantong bagian belakang yang tampak rendah akan menyamarkan bokong Anda yang besar

Bentuk siluet tubuh dengan ikat pinggang

Penampilan tidak akan lengkap tanpa ikat pinggang. Menghiasi bagian pinggang Anda dengan aksesoris ikat pinggang dapat menciptakan siluet feminim. Aksesoris ini secara instan dapat membentuk pinggang Anda. Pilihlah ikat pinggang bewarna coklat atau beige, karena kedua warna ini cocok dipadukan pada hampir semua jenis busana. Lilitkan ikat pinggang pada kardigan atau kemeja longgar Anda untuk menciptakan kesan ramping pada tubuh.

Hindari mengenakan busana terlalu kecil atau longar

Jangan mengenakan busana berukuran kecil atau juga yang terlalu besar. Umumnya perempuan cenderung mengenakan busana yang berukuran kecil dengan harapan tubuhnya akan terlihat lebih ramping. Namun ada pula yang merasa malu dan berusaha menutupi bentuk tubuh yang besar dengan balutan busana longgar. Padahal busana yang terlalu longgar malah dapat menampilkan kesan besar pada bentuk tubuh Anda. Begitu pula sebaliknya, busana yang terlalu kecil atau ketat membuat timbunan lemak yang ada pada bagian tubuh Anda semakin terlihat.

Ciptakan bentuk tubuh seimbang dan proporsi

Saat mengenakan celana ketat seperti legging ataupun skinny jeans, padukanlah celana model ini dengan atasan yang agak longgar. Begitu pula sebaliknya, bila Anda mengenakan busana yang agak ketat, maka pilihlah bawahan yang bervolume, seperti terusan weide leg atau bootcut jeans. Menyeimbangkan bentuk antara busana atasan dan bawahan dapat membuat tubuh terlihat proporsional

Pilihlah pakaian dalam yang tepat

Mengenakan bra dan underwear yang tepat juga dapat membantu penampilan Anda terlihat lebih ramping. Hindari pemilihan pakaian dalam yang terlalu banyak aksen, seperti renda dan busa, karena dapat memberi kesan besar pada tubuh. Jangan lupa untuk membeli pakaian dalam dengan berbagai model dan warna untuk setiap penampilan yang berbeda.

source: http://www.conectique.com/tips_solution/fashion/smart_tips/article.php?article_id=7660

Resesi Ekonomi Picu Perempuan Berbelanja Lebih Banyak

•Juni 7, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Masa krisis yang belum juga terlewati, ternyata tidak menyurutkan minat kaum perempuan untuk berbelanja. Malah suatu penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa kegemaran mereka dalam berbelanja merupakan obat untuk menceriakan hati dalam mengatasi masalah keuangan yang terjadi.

Tim peneliti yang terdiri dari para psikolog mengatakan bahwa resesi yang terjadi saat ini dapat menimbulkan dua dampak bagi kaum perempuan, yaitu dapat memaksa mereka lebih banyak membelanjakan uangnya atau kemungkinan terburuknya mereka akan alami tekanan berlebih yang berisiko pada kesehatan mentalnya.

Survey yang dipimpin oleh Professor Karen Pine dari University of Hertfordshire ini menemukan bahwa sekitar 79 perempuan mengatakan mereka pergi berbelanja dan menghabiskan banyak uang hanya karena ingin membahagiakan hatinya. Sebagian perempuan juga menggunakan cara berbelanja untuk mengontrol emosinya, yaiu sebagai upaya untuk membius perasaan negative yang berkecamuk dalam dirinya dan meredam rasa ketidakpuasannya terhadap kehidupan. Dengan kata lain, ketakutan akan masalah financial secara bertentangan malah mendorong perempuan untuk berbelanja lebih banyak.

Hasil ini terungkap setelah tim peneliti melakukan survey terhadap 700 orang perempuan. Empat dari sepuluh responden mengaku mengalami depresi sebagai alasan mereka berbelanja. Sementara enam dari sepuluh perempuan mengatakan sedang merasa sedikit sensitive. Dan umumnya mereka beranggapan bahwa berbelanja merupakan kekuatan yang dapat membuat perasaan mereka menjadi lebih baik.

Menurut Professor Karen, kemampuan untuk mengatur emosi sangat penting untuk kesehatan fisik dan mental seseorang. Umumnya seseorang akan melakukan beragam cara untuk bisa mengatur emosinya tersebut, entah dengan mengkonsumsi alkohol atau pun obat-obatan. Bagi kaum perempuan, berbelanja merupakan salah satu metode yang lebih ampuh dan banyak dipilih.

”Jika berbelanja adalah kebiasaan emosional dari perempuan, maka mereka mungkin akan tetap melakukannya meskipun kondisi ekonomi cenderung menurun,” ungkap Professor Karen.

“Tapi kemungkinan terburuk yang terjadi jika mereka tidak bisa menyalurkan emosinya dengan berbelanja maka gangguan kesehatan mental pada perempuan seperti depresi dan rasa gelisah yang berlebihan akan semakin meningkat,” tambahnya.

Meskipun demikian, hasil survey juga menunjukan bahwa tidak semua perempuan merasa bahagia dengan kegiatan berbelanjanya itu. Satu dari empat perempuan mengaku merasa menyesal, bersalah dan malu karena telah menghabiskan uangnya dengan berbelanja.

source: http://www.conectique.com/get_updated/article.php?article_id=7624

Transient Ischaemic Attack (TIA)

•Mei 30, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Transient Ischaemic Attack (TIA)
.
A transient ischaemic attack (TIA) causes symptoms similar to a stroke – but lasts less than 24 hours. The most common cause is due to a tiny blood clot. See a doctor urgently if you suspect that you have had a TIA. Tests should be carried out quickly (within days of the TIA event) and treatment started promptly. Treatment after a TIA aims to reduce the risk of having a stroke, further TIAs, or a heart attack. Treatments include drugs to reduce the risk of blood clotting. Surgery is advised in some cases. Tackling any risk factors such as high blood pressure, diabetes, a high cholesterol level, and smoking is also important.
.
.
.What is a transient ischaemic attack (TIA)?
A transient ischaemic attack (TIA) is a set of symptoms that lasts a short time and occurs because of a temporary lack of blood to part of the brain. It is sometimes called a ‘mini stroke’. However, unlike a stroke, the symptoms are transient and soon go. (The word ‘ischaemic’ means a reduced supply of blood and oxygen to a part of the body.).

.What is the cause of a transient ischaemic attack (TIA)?
In most cases, a TIA is caused by a tiny blood clot that becomes stuck in a small blood vessel (artery) in the brain. This blocks the blood flow, and a part of the brain is starved of oxygen. The affected part of the brain is without oxygen for just a few minutes, and soon recovers. This is because the blood clot either breaks up quickly, or nearby blood vessels are able to compensate.

(There are other uncommon causes of a TIA. These include: blood clotting problems, tiny bleeds into the brain, blood disorders such as polycythaemia and sickle cell anaemia where the blood is very thick, spasm of a small artery in the brain, and other uncommon problems of the brain or its blood vessels. These are not dealt with further in this leaflet.).

.Where does a blood clot come from to cause a TIA?
.
.

.
The common site for a small blood clot to form is on a patch of atheroma in a main artery (blood vessel) in the neck. (Atheroma is explained below.) The carotid and vertebral arteries are the main arteries in the neck which take blood to the brain. Either the small blood clot may break off from the atheroma, or a tiny part of the blood clot may break off. This then travels up the artery carried by the bloodstream until it becomes stuck in a smaller artery in the brain.

In some cases a small clot forms in a heart chamber and is carried in the bloodstream to the brain.

A small blood clot is likely to break up quickly when it gets stuck. Therefore, no permanent damage is done to the brain during a TIA, and symptoms soon go. (However, if a larger blood clot forms and breaks away into the bloodstream, it is likely to cause a stroke – where permanent damage to the brain occurs. There is a separate leaflet that deals with stroke.)
.
.Why does a blood clot form in a blood vessel or heart chamber?
A blood clot can form if platelets stick to a patch (plaque) of atheroma..

•Platelets are tiny particles in the blood which help the blood to clot when a blood vessel (an artery or vein) is cut.
•Atheroma plaques are like fatty lumps that develop within the inside lining of arteries.
•Platelets sometimes stick onto an atheroma plaque inside an artery and form a clot.
A common site for atheroma to develop, and a blood clot to form, is in a large artery in the neck. A blood clot may also form as a complication of some heart conditions. For example, people with a condition called ‘atrial fibrillation’ have a turbulent (rough) flow of blood in the heart which may cause a small blood clot to form..

.What are the symptoms of a TIA?
Symptoms of a TIA are transient (temporary). They develop suddenly, and usually peak in less than a minute. The duration of symptoms varies, but symptoms usually go within an hour (typically within 2-15 minutes). Sometimes symptoms last up to 24 hours. The symptoms that develop depend on which part of the brain is affected. Different parts of the brain control different parts of the body. Therefore, symptoms may include one or more of the following..

•Weakness or clumsiness of a hand, arm, or leg.
•Difficulties with speech.
•Difficulties with swallowing.
•Numbness or pins and needles of a part of the body.
•Brief loss of vision, or double vision.
.How common is a TIA?
The exact number of cases is not known. This is because many people who have a TIA do not report it to their doctor as the symptoms go away, and the importance of the symptoms is not recognised. However, it is estimated that a TIA occurs in about 35 per 100,000 people each year in the UK. About 1 in 5 people who have a stroke have had a TIA in the past..

.How serious is a TIA?
In itself, a TIA does no harm or permanent damage to the brain, and the symptoms soon go. However, a TIA indicates that you have a tendency to form blood clots in your blood vessels or heart. Therefore, if you have a TIA you have a higher than average risk of developing a larger blood clot which may cause a stroke or heart attack in the future. (A stroke causes permanent rather than temporary symptoms.).

•Without treatment – about 1-2 in 10 people who have a TIA have a stroke within the following year. This is much higher than the average risk of someone of the same age having a stroke who has not had a TIA. The most risky time is within the first month following a TIA – which is why treatment is advised as soon as possible after you have a TIA. Also, within a year of having a TIA, about 3 in 100 people have a heart attack (myocardial infarction) due to a blood clot in a blood vessel of the heart.
•With treatment – the above risks are reduced. For example, in one research study published in 2007, the conclusion stated…”Early initiation of existing treatments after TIA or minor stroke was associated with an 80% reduction in the risk of early recurrent stroke.”
Therefore, see a a doctor urgently if you suspect that you have had a TIA. Tests should be carried out quickly (within days of the TIA event) and treatment started promptly..

.What tests are usual after a TIA?
You will normally be advised to have various tests. The main aim of the tests is to find if there is any problem that may increase your risk of blood clots forming, and to check for other uncommon causes of TIA. Tests that are commonly done include:.

•A scan of your brain.
•An ultrasound scan of your carotid arteries. This is to see if you have severe narrowing of one of these arteries caused by atheroma.
•An ECG (electrocardiogram) to check for abnormal heart rhythms such as atrial fibrillation.
•Various blood tests.
.What is the treatment if you have a TIA?
The aim of treatment after a TIA is to reduce your risk of having a stroke, heart attack, or further TIAs. Aspects of treatment include the following..

•Medication to reduce the risk of blood clots forming.
•To reduce any ‘risk factors’ that you may have.
•Surgery (but this is only suitable in some cases).
.
MEDICATION

Medication reduces the risk of further blood clots forming.
.
.Antiplatelet medication.
Platelets are tiny particles in the blood which help blood to clot. Antiplatelet medication is usually advised if you have had a TIA. Antiplatelet medication reduces the ’stickiness’ of platelets. This helps to prevent blood clots forming inside arteries, which helps to prevent a further TIA or a stroke. Aspirin (low dose) is the most commonly used antiplatelet drug. Other antiplatelet drugs that may be used include clopidogrel and dipyridamole..

.Warfarin
Warfarin is usually advised if you have a TIA where the source of the blood clot is from your heart. (Usually if you have a condition called atrial fibrillation.) Warfarin works by reducing some of the chemicals in the blood that are needed to make the blood clot (it is an anticoagulant). The aim is to get the dose of warfarin just right so the blood is ‘thinner’ than normal (less clotable), but not so much as to cause bleeding problems. Therefore, you need regular blood tests if you take warfarin. See separate leaflets called ‘Atrial Fibrillation’ and ‘Atrial Fibrillation and Warfarin’ for details.

REDUCING RISK FACTORS

As described above, a common reason why a blood clot forms is because it develops over a patch of atheroma on the lining of an artery. Certain ‘risk factors’ increase the chance of atheroma forming – which increase your risk of having a stroke (and heart attack). You can reduce the risk of these if you reduce your ‘risk factors’. These are briefly mentioned below, but see separate leaflet called ‘Preventing Cardiovascular Diseases’ for more detail. Briefly, risk factors that can be modified are:.

•Smoking. If you smoke, you should make every effort to stop. The chemicals in tobacco are carried in your bloodstream and can damage your arteries. If you smoke, stopping smoking can greatly cut your risk of having a stroke.
•High blood pressure. Make sure your blood pressure is checked at least once a year. If it is high it can be treated. High blood pressure usually causes no symptoms, but can be damaging to the arteries. If you have high blood pressure, treatment of the blood pressure is likely to have the greatest effect on reducing your risk of having a stroke.
•If you are overweight, losing some weight is advised.
•A high cholesterol. This can be treated if it is high.
•Inactivity. If able, you should aim to do some moderate physical activity on most days of the week for at least 30 minutes. For example, brisk walking, swimming, cycling, dancing, gardening, etc.
•Diet. You should aim to eat a healthy diet. Briefly, a healthy diet means:
◦AT LEAST five portions of a variety of fruit and vegetables per day.
◦THE BULK OF MOST MEALS should be starch-based foods (such as cereals, wholegrain bread, potatoes, rice, pasta), plus fruit and vegetables.
◦NOT MUCH fatty food such as fatty meats, cheeses, full-cream milk, fried food, butter, etc. Use low fat, mono-, or poly-unsaturated spreads.
◦INCLUDE 2-3 portions of fish per week. At least one of which should be ‘oily’ (such as herring, mackerel, sardines, kippers, pilchards, salmon, or fresh tuna).
◦If you eat meat it is best to eat lean meat, or poultry such as chicken.
◦If you do fry, choose a vegetable oil such as sunflower, rapeseed or olive oil.
◦Try not to add salt to food, and limit foods which are salty.
•Alcohol. A small amount of alcohol (1-2 units per day) may be beneficial. One unit is in about half a pint of normal strength beer, or two thirds of a small glass of wine, or one small pub measure of spirits. However, too much can be harmful. In particular, binge drinking can increase your blood pressure.
◦Men should drink no more than 21 units per week (and no more than four units in any one day).
◦Women should drink no more than 14 units per week (and no more than three units in any one day).
•Diabetes is a risk factor. If you have diabetes, treatment to keep your blood sugar as near normal as possible is important.
.
SURGERY

About 1 in 20 people with a TIA has severe narrowing of the carotid artery due to a large build up of atheroma. Surgery to remove this may be an option. Successful surgery reduces the risk of a future stroke by about a half. However, like all operations, there is a small risk from the operation itself. A specialist will advise on the pros and cons of this operation if you are found to have severe narrowing of a carotid artery.
.
.TIA and driving
If you’ve had, or currently have a medical condition or disability that may affect your driving you must tell the Driver and Vehicle Licensing Agency (DVLA). This includes a TIA. Following a TIA you will have to stop driving for a specified period.

For full advice regarding driving, contact the DVLA – www.dvla.gov.uk. You can also notify the DVLA of a medical condition by telephone – 0870 600 0301. You will need to quote your full name, date of birth and or driver number (if known). You must also give details of your specific medical condition or disability in order that you can be sent the appropriate medical questionnaire.

You should also contact your insurance company for advice..

.Further help and information
.The Stroke Association
240 City Road, London, EC1V 2PR
Tel: 0845 30 33 100 Web: www.stroke.org.uk
Provides information and help for people who have had a stroke, and their carers..

.Chest Heart & Stroke Scotland
65 North Castle Street, Edinburgh, EH2 3LT
Tel: 0845 077 6000 phone/textphone – local call rate Web: www.chss.org.uk
Aims to improve the quality of life for people in Scotland affected by chest, heart and stroke-related illness..

.Chest, Heart & Stroke Northern Ireland
21 Dublin Road, Belfast, BT2 7HB
Tel: 08457 697299 Web: www.nichsa.com

.

.References
•Transient ischaemic attack – not in atrial fibrillation, Clinical Knowledge Summaries (2006)
•Stroke, NICE Clinical Guideline (July 2008); The diagnosis and acute management of stroke and transient ischaemic attacks
•Guidelines for Investigation and Management of Transient Ischaemic Attack, Clinical Resource Efficiency Support Team (2006)
•Rothwell PM, Giles MF, Chandratheva A, et al; Effect of urgent treatment of transient ischaemic attack and minor stroke on early recurrent stroke (EXPRESS study): a prospective population-based sequential comparison. Lancet. 2007 Oct 20;370(9596):1432-42. [abstract]

——————————————————————————–
Comprehensive patient resources are available at www.patient.co.uk .

Disclaimer: This article is for information only and should not be used for the diagnosis or treatment of medical conditions. EMIS and PiP have used all reasonable care in compiling the information but make no warranty as to its accuracy. Consult a doctor or other health care professional for diagnosis and treatment of medical conditions. For details see our conditions.
© EMIS and PiP 2008 Reviewed: 23 Oct 2008 DocID: 4443 Version: 38.
.

Transient Ischemic Attack (TIA)

•Mei 30, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Transient Ischemic Attack (TIA)

What is a TIA or transient ischemic attack?

A TIA is a “warning stroke” or “mini-stroke” that produces stroke-like symptoms but no lasting damage. Recognizing and treating TIAs can reduce your risk of a major stroke.

Most strokes aren’t preceded by TIAs. However, of the people who’ve had one or more TIAs, more than a third will later have a stroke. In fact, a person who’s had one or more TIAs is more likely to have a stroke than someone of the same age and sex who hasn’t.

TIAs are important in predicting if a stroke will occur rather than when one will happen. They can occur days, weeks or even months before a major stroke. In about half the cases, the stroke occurs within one year of the TIA.

What causes a transient ischemic attack?

TIAs occur when a blood clot temporarily clogs an artery, and part of the brain doesn’t get the blood it needs. The symptoms occur rapidly and last a relatively short time. Most TIAs last less than five minutes. The average is about a minute. Unlike stroke, when a TIA is over, there’s no injury to the brain.

What are the symptoms of a TIA?

It’s very important to recognize the warning signs of a TIA or stroke. The usual TIA symptoms are the same as those of stroke, only temporary:

Sudden numbness or weakness of the face, arm or leg, especially on one side of the body
Sudden confusion, trouble speaking or understanding
Sudden trouble seeing in one or both eyes
Sudden trouble walking, dizziness, loss of balance or coordination
Sudden, severe headache with no known cause
The short duration of these symptoms and lack of permanent brain injury is the main difference between TIA and stroke.

TIAs are extremely important predictors of stroke. Don’t ignore them! If symptoms appear, CALL 9-1-1 TO GET MEDICAL HELP IMMEDIATELY. A doctor should determine if a TIA or stroke has occurred, or if it’s another medical problem with similar symptoms. Some examples are seizure, fainting, migraine headache, or general medical or cardiac condition. Prompt medical or surgical attention to these symptoms could prevent a fatal or disabling stroke from occurring.

For stroke information, call the American Stroke Association at 1-888-4-STROKE.

Related AHA and ASA publications:

Warning Signs of Stroke (Quick and Easy Reading) (also in Spanish)
“What Are Stroke and TIA?” and “What Are the Warning Signs of Stroke and TIA?” in Let’s Talk About Stroke kit (also in Answers By Heart Spanish kit)

http://www.americanheart.org/presenter.jhtml?identifier=4781

Transient Ischaemic Attack (TIA)

•Mei 30, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tahukah Anda singkatan dari apakah T.I.A itu? T I A singkatan dari Transient Ischemic Attack. Nama yang indah, tetapi tak seindah efek yang diakibatkannya.

Jika dedefinisikan, TIA adalah episode gangguan aliran darah ke otak secara mendadak, local, singkat, dan menghilang dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Serangan TIA bisa berupa gangguan memori sesaat, kesemutan atau kelumpuhan setengah tubuh, kesulitan berbicara atau mengerti pembicaraan, bicara pelo, gangguan menelan, gangguan penglihatan pada satu atau kedua mata, serta gangguan keseimbangan dan koordinasi. Bila dibiarkan saja tanpa pengobatan, maka kira-kira 30 persennya akan berkembang menjadi stroke, dan 50 persennya terjadi pada tahun pertama, terutama bila penderita mengalami TIA berulang. Oleh karena itu, TIA disebut juga Mini Stroke. Gejala TIA biasanya akan menghilang dalam beberapa menit sampai jam, tetapi tak lebih dari 24 jam. Bila lebih dari 24 jam gejala belum menghilang, maka sudah disebut stroke.

Simak sebuah cerita ilustrasi yang benar-benar terjadi di bawah ini:

Seorang bapak berumur 63 tahun, dosen di sebuah universitas swasta, sudah bertahun-tahun secara rutin mengemudikan mobil untuk pergi – pulang mengajar. Sore itu, sepulang mengajar, dengan santainya si bapak dosen memarkir mobilnya di garasi, masuk ke rumah, lalu melepas sepatu dan dasinya untuk beristirahat di ruang tamu rumah tersebut. Pemilik rumah tersebut kebingungan menghadapi si bapak yang tidak dikenalnya tahu-tahu masuk rumahnya. Setelah berdialog, baru ketahuan bahwa si bapak dosen telah salah masuk rumah orang. Itupun baru disadarinya kira-kira 1 jam kemudian. Bapak dosen tersebut telah mengalami kehilangan memori sejenak. Apa yang dialami oleh bapak tersebut dapat terjadi dengan anda jika anda terkena TIA.

Apa yang menyebabkan terjadinya TIA?

Penyebab TIA sama dengan stroke penyumbatan, yaitu karena adanya penimbunan kolesterol di dinding pembuluh darah otak atau adanya gumpalan darah dalam aliran darah ke otak dari bagian tubuh yang lain, seringkali berasal dari jantung.

Ada faktor risiko TIA yang tidak bisa diubah, seperti riwayat keluarga, umur, jenis kelamin, dan ras. Namun, banyak faktor risiko yang bisa dikontrol, seperti berikut ini.

* Tekanan darah tinggi (tekanan darah > 140/90 mmhg)
* Penyakit jantung (pernah kena serangan jantung, kebocoran katup jantung, detak jantung yang tak teratur, fibrilasi atrial, penyakit katup jantung akut)
* Diabetes atau kencing manis, kadar kolesterol LDL tinggi atau HDL rendah, trigliserida tinggi
* Kadar homosistein tinggi, kelainan darah, kegemukan
* Perilaku gaya hidup yang merugikan (merokok, kurang berolah raga)

Padahal, dengan mengontrol faktor-faktor risiko tersebut, maka kejadian TIA, stroke penyumbatan, dan serangan jantung bisa dicegah.

Langkah-langkah Pencegahannya:

Pencegahan TIA bisa berupa makan makanan rendah kolesterol, lemak, dan rendah garam, banyak makan sayuran dan buah-buahan, berhenti merokok, olahraga rutin, menurunkan berat badan bila kelebihan, kontrol ketat kadar gula darah bila kencing manis, dan jaga tekanan darah tetap optimal.

Bila dengan cara di atas faktor risikonya belum terkontrol, minum banyak air putih dan obat-obatan secara rutin dengan dosis tepat.

Tahukah Anda?

Karena sulit dibedakan antara gejala TIA dan stroke akut, maka gejala stroke apapun harus diwaspadai dan diperiksakan ke dokter.

Faktor utama penyebab TIA adalah penderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, perokok, dan peminum berat alcohol.

Faktanya, orang yang pernah terkena TIA kemungkinan besar akan menderita stroke.

Stroke dapat menyerang orang pada usia muda jika dia perokok, penderita tekanan darah tinggi, kebiasaan minum minuman keras, kencing manis, kadar kolesterol tinggi, kegemukan, irama jantung tak teratur dan thrombofilia ( darah lebih mudah membeku) ataupun pada sebagian kecil orang dengan penyakit lupus.

Diperkirakan 200.000 hingga 500.000 TIA terjadi setiap tahunnya.

Tanda-tanda Serangan TIA

* Salah satu sisi tubuh Anda terasa kebas (mati rasa) dan berat.
* Kesulitan menggerakkan lengan, leher, wajah hanya pada satu sisi tubuh.
* Pandangan kabur dan suram, atau segala sesuatu tampak dobel bahkan Anda tak bisa melihat sama sekali.
* Susah bicara, huruf atau kata yang diucapkan berantakan.
* Sulit mengerti suatu susunan huruf.
* Merasa sulit berdiri tegak dan berjalan lurus, pusing, atau jadi ceroboh.

(dari berbagai sumber, www.nlm.nih.gov , www.z.about.com, www.healthatoz.com, PI HEALTHCARE Group)

Transient Ischaemic Attack (TIA)

•Mei 30, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

A transient ischemic attack (spelled ischaemic in British English)[1] (abbreviated as TIA, often colloquially referred to as “mini stroke”) is caused by the changes in the blood supply to a particular area of the brain, resulting in brief neurologic dysfunction that persists, by definition, for less than 24 hours; if symptoms persist then it is categorized as a stroke.[2]

A cerebral infarct that lasts longer than 24 hours, but less than 72 hours is termed a reversible ischemic neurologic deficit or RIND.

Symptoms
Symptoms vary widely from person to person, depending on the area of the brain involved. The most frequent symptoms include temporary loss of vision (typically amaurosis fugax); difficulty speaking (aphasia); weakness on one side of the body (hemiparesis); and numbness or tingling (paresthesia), usually on one side of the body. Impairment of consciousness is very uncommon. There have been cases where there have been a temporary paralysis of a part of the face and the tongue.

Effects of a TIA

[edit] Prognosis
Patients diagnosed with a TIA are sometimes said to have had a warning for an approaching stroke. If the time period of blood supply impairment lasts more than a few minutes, the nerve cells of that area of the brain die and cause permanent neurologic deficit. One third of the people with TIA later have recurrent TIAs and one third have a stroke due to permanent nerve cell loss.[3]

The ABCD2 score can predict likelihood of subsequent stroke[4][5], and is calculated as:

Age at or above 60 years = 1 point
Blood pressure at presentation at or above 140/90 mm Hg = 1 point
Clinical features
unilateral weakness = 2 points
speech disturbance without weakness = 1 point
Duration of attack
at or above 60 minutes = 2 points
10 to 59 minutes = 1 point
Diabetes = 1 point
Interpretation of score, the risk for stroke:

Score 1-3 (low)
2 day risk = 1.0%
7 day risk = 1.2%
Score 4-5 (moderate)
2 day risk = 4.1%
7 day risk = 5.9%
Score 6–7 (high)
2 day risk = 8.1%
7 day risk = 11.7%

[edit] Causes
The most common cause of a TIA is an embolus that occludes an artery in the brain. This most frequently arises from a dislodged atherosclerotic plaque in one of the carotid arteries (i.e. a number of major arteries in the head and neck) or from a thrombus (i.e. a blood clot) in the heart due to atrial fibrillation.

Other reasons include excessive narrowing of large vessels due to an atherosclerotic plaque and increased blood viscosity due to some blood diseases. TIA is related with other medical conditions like hypertension, heart disease (especially atrial fibrillation), migraine, cigarette smoking, hypercholesterolemia, and diabetes mellitus.

[edit] Differential
If visual symptoms occur such as perception of wavy or jagged lines or tiny specks of light and if a headache occurs, this can be an atypical migraine presentation. Typically a history of prior migraines is present. Also, a partial seizure in the parietal area of the brain can mimic TIA symptoms.

[edit] Prevention

[edit] Medication
The use of anti-coagulant medications, heparin and warfarin; or anti-platelet medications such as aspirin.

[edit] Treatment
The mainstay of treatment following acute recovery from a TIA should be to diagnose and treat the underlying cause. It is not always immediately possible to tell the difference between a CVA (stroke) and a TIA. Most patients who are diagnosed at a hospital’s emergency department as having suffered from a TIA will be discharged home and advised to contact their primary physician to organize further investigations. TIA can be considered as the last warning. The reason for the condition should be immediately examined by imaging of the brain.

The initial treatment is aspirin, second line is clopidogrel, third line is ticlopidine. If TIA is recurrent after aspirin treatment, the combination of aspirin and dipyridamole is needed (Aggrenox).

An electrocardiogram (ECG) may show atrial fibrillation, a common cause of TIAs, or other arrhythmias that may cause embolisation to the brain. An echocardiogram is useful in detecting thrombus within the heart chambers. Such patients benefit from anticoagulation.

If the TIA affects an area supplied by the carotid artery, an ultrasound (TCD) scan may demonstrate carotid stenosis. For people with a greater than 70% stenosis within the carotid artery, removal of atherosclerotic plaque by surgery, specifically a carotid endarterectomy, may be recommended.

Some patients may also be given modified release dipyridamole or clopidogrel.

To reduce recurrence of an attack ACE Inhibitors are used. The aim is not to lower blood pressure in a hurry as too low too fast may increase ischaemic injury due to low perfusion pressure.

[edit] References
^ http://www.nhs.uk/Pathways/stroke/Pages/Landing.aspx
^ Transient Ischemic Attacks: Stroke (CVA): Merck Manual Home Edition
^ Transient ischemic attack Mount Sinai Hospital, New York
^ Johnston SC, Rothwell PM, Nguyen-Huynh MN, et alii (2007). “Validation and refinement of scores to predict very early stroke risk after transient ischaemic attack”. Lancet 369 (9558): 283–92. doi:10.1016/S0140-6736(07)60150-0. PMID 17258668.
^ Rothwell PM, Giles MF, Flossmann E, et alii (2005). “A simple score (ABCD) to identify individuals at high early risk of stroke after transient ischaemic attack”. Lancet 366 (9479): 29–36. doi:10.1016/S0140-6736(05)66702-5. PMID 15993230.

[edit] External links
TIAs at discovery.com
Transient Ischemic Attack at MedlinePlus

Mengapa Anak Tertarik Pada Seks?

•Mei 30, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Mengapa Anak Tertarik Pada Seks?

Semakin bertambah usia anak, makin banyak yang ingin diketahui, utamanya
hal-hal yang dialami sehari-hari, termasuk masalah seksualitas. Banyak
faktor yang melatarbelakangi ketertarikan anak pada seks. Salah satunya,
kejadian dalam kehidupan sehari-hari. Misal saat ibu atau anggota
keluarga dan tetangga melahirkan bayi, membesarnya tubuh wanita selama
kehamilan dan mengecilnya perut setelah kelahiran. Belum lagi, pengaruh
media massa, terutama TV, yang menayangkan gambar dan informasi tentang
seks. Selain itu, anak melihat perlakuan berbeda yang diterima pria dan
wanita dalam kelompok sosial, bahwa pria dan wanita memakai pakaian
berbeda dan melakukan hal yang berbeda pula

Rambu-Rambu Menjawab:

Perhatikan rambu-rambu khusus untuk menjawab pertanyaan tentang seks:
• Bersikap tenang, kekagetan atau kemarahan akan memicu rasa
bersalah atau justru penasaran pada anak. Ingatlah masalah seksualitas
bukan hal yang tabu untuk dibicarakan. Justru pendidikan seks sejak usia
dini sangat penting
• Tidak mengganti nama alat kelamin dengan sebutan yang tak perlu,
semisal penis dengan burung, vagina dengan dompet, dan sebagainya.
Gunakan saja istilah yang memang seharusnya.
• Menjelang usia akil balig, berikan penjelasan yang tepat mengenai
menstruasi dan mimpi basah. Hal ini penting suapaya saat mengalaminya
anak sudah siap
• Selalu cek pemahaman anak, karena mungkin saja apa yang ia tangkap
berbeda sekali. Umpama, anak bertanya tentang “pacaran”. Bisa
saja yang ia maksud adalah jalan-jalan berdua atau hanya duduk berduaan,
bukan pacaran seperti yang dipahami orang dewasa
• Kaitkan jawaban sebisa mungkin dengan masalah kebersihan,
kesehatan, keamanan dan spiritualitas

Sumber: Serial Nakita Panduan Tumbuh kembang Anak, Panduan Menjawab
Pertanyaan Anak

Tikuspun berfilsafat

•Mei 30, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tikus pun berfilsafat

Didalam sebuah hutan, hiduplah seekor tikus ahli filsafat. Ia
mengetahui satu hal yang tidak pernah diketahui hewan-hewan lain.. Ia
yakin bahwa gelisah bisa membunuh seseorang. Sebab, gelisah bisa
membunuh kebahagiaan, memadamkan kilauan cahaya dan menghilangkan
kenyamanan. Selain itu, kegelisahan juga bisa menghancurkan akal,
hati dan fisik.

Pada suatu hari, ia ingin mengajari teman-teman dan anak-anaknya
dengan pelajaran tersebut. Tetapi sang tikus tidak ingin pelajarannya
sekadar didengar dan dihafal saja. Ia ingin pelajaran itu
dipraktekkan dan tertanam dalam sanubari.

Ketika sedang berceramah dihadapan hewan-hewan tersebut, tiba-tiba
muncullah seekor singa. Tikus sang filosof kemudian berkata, “Tuan
singa, aku hendak mengatakan sesuatu. Aku berharap engakau mau
memberikan jaminan keamanan kepadaku.”

Sang singa menjawab, “Aku menjamin keamananmu, wahai tikus yang
pemberani.”

Tikus kemudian berkata, “Dihadapan semua hewan-hewan ini, aku hendak
menyatakan bahwa aku mampu membunuhmu jika engkau memberiku waktu
selama sebulan penuh. Seluruh penghuni hutan ini akan melihat hal
itu.”

Mendengar hal itu, sang singa langsung tertawa. Dengan nada mengejek,
dia berkata, “Engkau mau membunuhku?”

“Benar”, jawab filosof tikus mantap dan percaya diri.

“Aku setuju. Tetapi jika engkau tidak bisa melakukannya, engkau akan
kupancung didepan semua hewan. Waktunya sebulan mulai dari sekarang.”

“Baik, aku setuju.”

Sepuluh hari telah berlalu dan singa sama sekali tidak pernah
memikirkan ancaman tikus tersebut. Akan tetapi, beberapa hari
kemudian, terbersit dalam hatinya, “Apa yang sebenarnya hendak
dilakukan oleh tikus itu? Kenapa ia kelihatan begitu meyakinkan?
Bagaimana kalau ancaman itu benar-benar terjadi?”

Beberapa saat kemudian ia tertawa jungkir balik sambil
berkata, “Bagaimana mungkin si tikus mampu membunuhku sedangkan aku
punya anak-anak yang akan membelaku? Walaupun ia mengerahkan seluruh
tikus yang ada sekalipun, tidak mungkin bisa membunuhku.”

Beberapa hari kemudian, bisikan tersebut kembali hadir dalam
benaknya. Untuk kali ini, ia merasakan bahwa bisikan tersebut terasa
lebih kuat dari sebelumnya.

Waktu terus berjalan dan batas waktu yang ditentukan hampir berakhir.
Sementara itu, sang tikus tidak datang untuk mencabut pernyataannya
ataupun menyerah. Justru, filosof tikus malah terus mengumumkan
ancamannya ke seluruh penghuni hutan.

Melihat kenyataan tersebut, sang singa terus berpikir, “Apakah
filosof tikus mempunyai senjata yang ampuh atau telah mengumpulkan
kekuatan yang luar biasa, atau membuat jebakan yang mematikan?”

Hari demi hari berganti dan pikiran-pikiran tersebut selalu muncul
hingga membuat singa tidak doyan makan dan minum. Dia selalu
memikirkan nasib dan akhir yang begitu mengerikan, seperti ancaman
tikus tersebut.

Sebelum hari yang ditentukan tiba, tepatnya pada pagi hari yang
keduapuluh lima , hewan-hewan menemukan singa tersebut telah mati
didalam kandangnya.

Dia telah terbunuh oleh perasaan was-was dan ketakutan. Daging dan
lemaknya telah terbakar oleh kesedihan yang ia rasakan, padahal sang
tikus tidak pernah melakukan tipu muslihat atau merancang
persengkongkolan apapun. Ia hanya mengetahui sebuah rahasia, bahwa
menunggu musibah, memperkirakan bencana dan was-was terhadap sebuah
tragedi adalah senjata ampuh yang bisa membunuh jagoan pemberani
ataupun sang perkasa yang tidak punya rasa takut.

Jangan pernah menyia-nyiakan waktu

Kebanyakan orang tidak pernah menghiraukan hari-hari yang
dijalaninya, karena sibuk untuk masa depan. Cita-cita telah
membuatnya lupa manisnya kehidupan yang sedang dia jalani. Yang ada
hanyalah ketakutan akan masa depan. Mereka selalu resah dengan hari-
hari yang akan datang.

Mereka selalu berpikir bagaimana seandainya kehilangan pekerjaan?
Bagaimana dia akan memberi makan anak-anak? Apa yang akan dia katakan
kepada teman-teman? Serta bagaimana nasibnya kemudian?

Kalau kegelisahan mengenai hal-hal tersebut mampu diatasi, dia akan
memikirkan hal-hal lain. Bagaimana seandainya dia menderita sakit,
buta atau kaki buntung? Bagaimana bentuk tubuhnya nanti? Bagaimana
dia akan menanggung semua itu?

Yang ada didalam kepala hanyalah musibah dan musibah. Barangkali,
mobil yang dinaiki akan mengalami kecelakaan, barangkali pesawat yang
ditumpangi akan jatuh, barangkali kapal yang ia naiki akan tenggelam
dan barangkali saja bangunan tempat dia tinggal akan runtuh.

Dia pun takut kalau sampai hal-hal yang tidak diinginkan tersebut
terjadi. Orang seperti ini akan menjadi mangsa empuk serigala buas
bernama kegelisahan dan makanan lezat hantu bernama kesedihan.

source: unknown

Turning Your Passion Into The Source Of Wealth

•April 18, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Menjadikan Kecintaan Anda Sebagai Sumber Kekayaan

Semua orang yang kita kagumi keberhasilan finansialnya, adalah pribadi-pribadi yang berhasil menjadikan kecintaan mereka sebagai sumber kekayaan.

Memang ada orang yang berhasil mengumpulkan harta melalui kecintaan-kecintaan yang merugikan orang lain, tetapi ukuran kepemilikan seperti itu tidak mungkin kita kagumi, karena kualitasnya yang rendah.

Tetapi, mereka yang berhasil mencapai kekayaan-kekayaan yang terhormat selalu mencapainya dengan cara-cara yang menguntungkan orang banyak; itulah yang menjadikan kekayaan mereka bernilai, dan kesungguhan pribadi mereka – kita kagumi.

Maka marilah kita menjernihkan pikiran dan hati – untuk mengenali apakah ada kecintaan di dalam diri ini, dan apakah kecintaan kita adalah kecintaan yang memperkuat, membesarkan, dan meninggikan kita; dan bukan yang melemahkan, mengecilkan, atau merendahkan kita.

Kecintaan adalah kekuatan penghebat yang dikirimkan dari langit untuk menjadi pengisi hati Anda.

Hati Anda adalah penumbuh dari segala kekuatan, dan tempat pemberangkatan dari semua perjalanan ke masa depan yang sejahtera, berbahagia, dan memuliakan.

Pada pribadi yang tidak berhati-hati, hatinya adalah penumbuh dari kekuatan yang mengkerdilkan, dan pembatal bagi semua perjalanan menuju kebaikan – tetapi penyegera bagi perjalanan menuju yang buruk.

Karena tidak ada niat Tuhan kecuali memuliakan Anda, maka Beliau mengirimkan kecintaan ke dalam hati Anda, sebagai kekuatan penghebat bagi Anda dan kehidupan Anda.

Perhatikanlah, bagaimana orang-orang yang tadinya biasa dan perlakukan biasa oleh orang lain – menjadi pribadi-pribadi yang berhasil dengan cemerlang, melalui kecintaan yang mereka wujudkan dalam pelayanan yang menguntungkan orang banyak

Kecintaan adalah kekuatan yang melebih-lebihkan.

Kecintaan memiliki kecenderungan untuk melebih-lebihkan, karena bila kecintaan Anda tidak mendorong dan menarik Anda untuk berlaku berlebihan – perasaan Anda itu tidak bisa disebut kecintaan.

Maka pastikanlah bahwa kecintaan Anda adalah kecintaan kepada yang baik, untuk melakukan yang baik, dan untuk tujuan yang baik. Karena kecintaan kepada dan dengan kualitas selain yang baik – akan membuat Anda melakukan semua hal yang bertentangan dengan kepentingan Anda untuk berhasil.

Kendalikanlah kecintaan Anda. Berhati-hatilah, karena kecintaan Anda membuat Anda melebihkan apa pun; yang bila tidak Anda kendalikan dengan bijak, ia akan menguasai Anda.

Kecintaan adalah bayangan surga dengan aroma bebungaan taman langit, yang menjadi pelangi penghantar ke surga bagi dia yang setia kepada kecintaannya.

Kecintaan adalah perajut impian yang sebetulnya. Kecintaan Anda akan menciptakan bayangan-bayangan di kesadaran dan tidur Anda mengenai bentuk-bentuk indahnya di masa depan.

Bila Anda setia kepada kecintaan Anda – ia akan menunjukkan jalan-jalan untuk sampai ke keindahan masa depan Anda, ia akan juga menjadi jalan Anda, dan ia akan memastikan bahwa perjalanan Anda indah.

Kekuatan hati Anda adalah tenaga bagi kecintaan Anda.

Kecintaan yang tergeletak di hati yang lemah, akan lenyap menguap hanya dengan mendekatnya bayangan masalah, seperti kabut pagi yang lari menghindari senyum matahari.

Tetapi, kecintaan yang terpelihara di hati yang kuat, akan justru menyala terang melawan masalah, seperti api unggun yang tersiram minyak.

Maka bila hati Anda telah terisi dengan sebuah kecintaan, pastikanlah bahwa hati Anda menyediakan seluruh kekuatannya untuk menjadikan kecintaan Anda sebuah tenaga yang memperkuat Anda, yang membesarkan Anda, dan yang meninggikan Anda.

Pastikanlah bahwa kecintaan Anda harus memuliakan Anda, karena bila ia bertentangan dengan hak Anda untuk mencapai keberhasilan, maka perasaan itu bukanlah kecintaan – tetapi ketertarikan yang menjebak Anda ke dalam kesulitan dan kelemahan.

Segera setelah ini, bekerjalah dalam kesungguhan- kesungguhan baru untuk menjadikan kecintaan Anda sebagai sumber dari kekayaan Anda.

By Mario Teguh