Menghadapi Pasangan Boros

Menghadapi Pasangan Boros

Sudah beberapa bulan kita sering bertemu di sini.
Anda tentu sudah dapat menerapkan banyak sekali perubahan dalam cara Anda mengelola uang di rumah.
Kini muncul sebuah permasalahan. Ini adalah masalah yang sudah bertahun-tahun Anda hadapi sendiri. Masalah ini adalah borosnya pasangan kita!

Segala upaya sudah dilakukan untuk dapat menyisihkan minimal 10% dari penghasilan setiap bulan. Utang-utang konsumtif pun segera turun karena Anda rajin melakukan pembayaran. Namun semuanya langsung pupus karena pasangan dengan langkah ringan mengacaukan Rencana Keuangan yang sudah disusun.

Apa saja dosa keuangan pasangan Anda?
Mungkin ada tipe suami yang terkesan lebih cinta mobilnya daripada istrinya. Adalagi suami yang keranjingan main segala jenis game. Jenis hobi lain yang dapat menghabiskan banyak uang adalah bersepeda, memancing atau menyelam. Kebiasaan lain para suami yang bisa membuat Anda gemas adalah belanja pakaian, traktir teman dalam jumlah besar dan tidak mampu bilang ”tidak” pada segala permintaan anak-anak.

Berikut adalah langkah-langkah mudah untuk memperbaiki kebiasaan pasangan Anda.

Ayo duduk bersama!
Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah : Diskusi dengan pasangan. Bicara soal uang dengan pasangan memang bukan perkara mudah. Namun penting untuk dicoba. Mulailah dulu dengan hal-hal kecil seperti berapa penghasilan pasangan, hingga membicarakan betapa menyenangkannya harga BBM telah turun.

Ada banyak orang yang mungkin memang tidak pernah mendiskusikan kebutuhan finansial keluarga. Selanjutnya, Anda bisa mulai menunjukkan pada pasangan, betapa besarnya Dana Pendidikan dan Dana Pensiun yang harus diupayakan bersama.

Menyusun skala prioritas
Mana yang lebih penting : Dana Pendidikan Anak atau TV Flat Screen 40 inchi? Jawabannya tentu mudah sekali. Dana Pendidikan Anak pasti lebih penting. Orang tua seharusnya memang memiliki rasa tanggung jawab untuk memastikan anaknya menerima pendidikan yang terbaik.

Ceritanya sekarang, apakah pasangan Anda sudah menyadari prioritas Tujuan Finansial ini? Pasangan Anda mungkin setuju untuk menabung sebesar Rp 500.000 per bulan untuk Dana Pendidikan Anak jangka pendek. Yang menarik adalah, cicilan untuk membayar TV Flat Screen 40 inchi itu ternyata sebesar Rp 1.000.000.

Jika Dana Pendidikan memiliki prioritas lebih tinggi daripada TV, mengapa jumlah untuk pendidikan ini lebih sedikit setiap bulannya dibandingkan cicilan TV?

Membentuk Shopping Account
Sudahlah berikan saja apa maunya!
Anda, cara paling efektif untuk mengerem kebiasaan boros pasangan adalah dengan membuatkan Shopping Account. Semakin dilarang, biasanya suami akan semakin mencari cara untuk belanja. Karena itu buatlah rekening terpisah untuk kebutuhan belanja ini.

Anda dapat mengisi rekening ini secara berkala setiap bulan. Anda juga dapat mengisi rekening ini menggunakan Bonus Tahunan. Dengan cara ini, pasangan yang memang hobi membelanjakan uang dapat berkenalan dengan limitasi. Misalnya seperti ini. Ayah boleh mendandani mobil sesuka hati tanpa permisi lagi, tetapi uang yang boleh dihabiskan untuk urusan dandanan mobil ini hanyalah uang yang ada dalam Shopping Account.

Jangan pernah putus asa.
Boros biasanya merupakan kebiasaan hidup. Tentu saja tidak mudah untuk merubah sebuah kebiasaan hidup. Paling tidak Anda sudah berusaha dengan menggunakan cara-cara di atas. Sekarang nikmati prosesnya agar Anda dan pasangan dapat terus memperbaiki kondisi keuangan bersama.

Financial Planning for Better Quality of Life!

http://www.sahabatnestle.co.id/tren_detail.aspx?id=1940

About these ads

~ oleh oretankoe pada Februari 19, 2009.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: