Anak Kidal, Normalkah?

TAK JARANG kita perhatikan, banyak anak kecil lebih nyaman menggunakan
tangan kirinya untuk beraktivitas dibanding menggunakan tangan kanan.
Perilaku ini sering dianggap tabu oleh lingkungan masyarakat timur,
seperti Indonesia, dimana tata krama dan norma-norma masih dijunjung
tinggi.

Tangan kiri dilabelkan sebagai tangan jelek yang tidak baik, sedangkan
tangan kanan dilabelkan sebagai tangan bagus yang manis. Sehingga
banyak pula yang memprotes tanpa henti dan akhirnya dengan sedikit
pemaksaan, mereka termasuk orangtua mengajari si anak untuk
menggunakan tangan kanan.

Perilaku yang akrab dikenal dengan kidal ini, sebenarnya bukanlah
suatu kecacatan melainkan pengaruh dari dominasi fungsi salah satu
otak.

Menurut Dr. Soedjatmiko, SpA (K), Msi, Ketua III Pengurus Pusat
Ikatan Dokter Indonesia (PP IDAI), “Di dalam kepala kita, otak
mempunyai dua bagian, yaitu otak bagian kiri dan otak bagian kanan.
Otak bagian kiri bertugas mengatur pergerakan dominan bagian dari
kanan tubuh, sedangkan otak bagian kanan bertugas mengatur pergerakan
dominan bagian dari kiri tubuh. Jadi jika si kecil lebih sering
menggunakan tangan kirinya, itu berarti ia lebih didominasi oleh otak
bagian kanan.”

Sebenarnya tidak ada masalah antara dominasi otak kiri atau otak
kanan, karena keduanya mempunyai kelebihan masing-masing. Orang yang
didominasi oleh otak bagian kiri (memakai tangan kanan), memiliki
kemampuan berhitung, nalar sistematik yang lebih bagus dan bersifat
lebih rapi.

Sedangkan orang yang didominasi oleh otak bagian kanan (memakai tangan
kiri), memiliki kemampuan abstrak yang lebih bagus, memiliki jiwa seni
dan ekspresi perasaan yang lebih bebas. Namun ada juga orang yang
berhasil tidak hanya dalam satu bidang, artinya ia telah mampu untuk
mengasah kedua bagian otaknya secara seimbang.

“Orangtua sebaiknya tidak melarang anak untuk lebih sering menggunakan
tangan kirinya dibanding tangan kanan, karena hal ini sama saja dengan
menghambat anak untuk berpikir secara luas ujar Dr. Soedjatmiko, SpA
(K), Msi.

Pemaksaan yang dilakukan orangtua ternyata juga dapat mengganggu
perkembangan si kecil. Pemaksaan akan mengaburkan dominasi kinerja
fungsi otak si kecil, anak bisa terbeban, frustasi dan marah karena
merasa tidak nyaman menggunakan tangan kanannya.
Bagi orangtua hendaknya tidak memaksakan si kecil, cukup mengajarinya
untuk menggunakan anggota tubuh yang sesuai norma pada saat
beraktivitas kehidupan sehari-hari seperti makan dan berjabat tangan.
Tetapi untuk kegiatan yang bersifat pribadi, biarkan saja ia mengikuti
kelebihannya itu. (M-208)

(http://perempuan. kompas.com/ read/xml/ 2008/02/12/ 19425045/ anak.kidal. normalkah)

~ oleh oretankoe pada Februari 15, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: