Bila Anak Anda Kidal

Bila Anda memiliki anak kidal, inilah beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan:

1. Terimalah dan bantulah anak.
Anda harus bersikap menerima dan support anak. Jangan malah
merendahakna dirinya, misalnya, “Ih, apaan tuh, pakai tangan kiri,
jelek!” Pnerimaan orangtua bisa membangun rasa percaya diri anak
sehingga ia bisa kuat menghadapi lingkungannya. Anak akan merasa
biasa-biasa saja meski dirinya berbeda dari anak lain.

2. Tidak memaksa anak menggunakan tangan kanan.
Untuk aktivitas bina diri atau aktivitas lain yang tidak terlalu
terkait dengan relasi interpersonal semisal menulis, menggambar,
makan, pakai baju, biarkan ia memilih menggunakan tangan kirinya yang
dianggap nyaman untuk beraktivitas. Jadi, jangan Anda malah memaksanya
mengganti dengan tangan kanan. Boleh saja Anda menyarankan anak untuk
mencobanya, tapi buka suatu keharusan. Jika kualitas kerjanya menurun
dan ia merasa tak nyaman, biarkan anak bekerja dengan tangan yang
paling nyaman. Sebaliknya, jika ia bisa menunjukkan kualitas kerja
yang sama baiknya, atau bahkan lebih baik, segeralah berikan pujian
agar perilakunya berulang.

3. Ajarkan norma sosial yang berlaku umum di masyarakat.
Berkaitan dengan nilai dan budaya timur umumnya, anak bisa diajarkan
menggunakan tangan kanannya untuk bersalaman, cium tangan, menerima
sesuatu, memberikan sesuatu, dan seterusnya. Sehingga, anak bisa
menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya, bisa diterima secara
sosial, tidak dianggap anak tak sopan, dan sebagainya. Lagipula
gerakan seperti itu bukanlah sesuatu yang sulit untuk diajarkan.

4. Tinggalkan stigma “tangan kiri jelek”.
Tangan kiri sama bagusnya dengan tangan kanan. Jangan pernah orangtua
memarahi anak apalagi menggunakan nada tinggi karena anak menggunakan
tangan kiri untuk beraktivitas. Cara seperti ini akan membuat anak
merasa tertekan.Bisa- bisa anak malah mengurungkan niatnya untuk
belajar menggunakan tangan kanannya dengan lebih sering.

5. Tetap latih penggunaan tangan kanannya.
Tujuannya untuk lebih menyeimbangkan fungsi otak kanan dan kirinya.
Melatihnya pun dalam hal-hal yang lekat dengan aktivitas anak
sehari-hari seperti makan, mewarnai gambar, menggambar dan kegiatan
lainnya. Bila anak melakukan aktivitas dengan tangan kirinya, mintalah
ia mengulangi kegiatan yang sama dengan tangan kanannya, sambil
memujinya.

6. Beri pemahaman pada lingkungan.
Seringkali lingkungan sosial di luar keluarga merupakan tantangan bagi
anak. Sementara anak usia ini sosialisasinya sudah lebih luas lagi di
mana ia mulai bersekolah, bermain di lingkungan sekitar rumah, dan
lainnya. Nah, untuk meminimalkan dampak psikis karena dirinya yang
berbeda, orangtua bisa konsultasikan pada guru di sekolah agar mereka
pun memahami kondisi anak kidal, dengan tidak memaksakan atau
mengatakan bahwa penggunaan tangan kirinya jelek dan buruk.

(http://perempuan. kompas.com/ read/xml/ 2008/12/21/ 11412783/ bila.anak. anda.kidal.)

~ oleh oretankoe pada Februari 15, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: