integritas

Integritas A.B.C.D (SOFT role model) Banyak company (client) yang saat ini sudah memiliki corporate VALUES:Integritas (satunya pikiran, tindakan dan perbuatan, saya singkat UNITY)atau istilah Pak Hari Subagya, integrated system (0-10) atau Mbak Liliana(ANTO=Action, No Talk Only) yang berlawanan dengan NATO (“omdo”).Salah satu hambatan dari eksekusi adalah pemimpin terlalu banyak berbicara. Banyak sosialisasi melalui training basic mentality (salah satunya adalah perusahaanleasing local terbesar di Indonesia) Banyak sosialisasi melalui poster-poster di pabrik, di ruang meeting, di kantor penjualan di Cabang dan di lobi(jarang ada di kantin pabrik atau di kantornya distributor) . Salah satunya pabrik makanan local terbesar di Indonesia, pabrik sabun local, operator mobile phone. Banyak sosialisasi melalui morning briefing dan apel pagi (sepertiperusahaan Jepang di jl raya bogor misalnya, sampai top management,orang Jepangnya ikut dan komandan upacaranya bergantian). Banyak sosialisasi melalui Genba Kaizen (di dalamnya ada 5 S, salah satunyaadalah manufacturer alat music dari Jepang dan pabrik makanan minuman dari Perancis). Banyak sosialisasi melalui meeting dengan Supervisor (di dalamnya ada endorsment corporate values yang diteriak-teriakkan sampai otot leher membengkak dan kepalan tangan kanan/kiri menjotos langit, diatas langit masih ada langit..)
Banyak sosialisasi melalui news letter internal yang dibuat oleh tim HR (salah satunya adalah pabrik makanan dari Amerika yang sudah ISO 9001, OHSAS, ISO 14001, punya HSE dan Quality Circle Meeting). dst..dst.. Ternyata, yang paling efektif mem-WALK-THE-TALK-kan Integritas (UNITY) sampai ke lini SHOP-FLOOR (operator & technician) adalahJIKA pemimpinnya (leadernya) memberi role model (MODEL THE WAY) terlebih dahulu secara visible, nyata sehari-hari dalam tindakan kecil-kecil keseharian (bukan sekedar janji, teriakan di ruang training serta loncat-loncat dan jingkrak-jingkrak ala genjotan motivasi).
Ketika gerak tubuh, cara jalan, cara bicara, cara menepati janji-janji, cara tertawa, cara bersikap, cara meledek, cara memuji sampai cara memarahi (menegur) bawahan itu efektif (unity), melalui gaya hidupnya yang sederhana (tidak jor-joran), maka biasanya, tim kerjanya sudah melihat & merasakan ada UNITY. Dan ketika itulah, MOTIVASI bekerja sampai ke level bawah, terus paling bawah. Virus PERUBAHAN positif menyebar tak terbendung ke segala hati sanubari tim kerjanya. Pendek kata, Manager & GM melakukan (mencontohkan) A,B, C mereka mengikutinya dengan A,B,C,D. Eksekusi Integrity TIDAK cukup hanya berhenti di training, poster, morning briefing, meeting, Genba Kaizen, news letter, melainkan dengan role model dari pemimpin.Ini yang saya sebut dengan SOFT ROLE MODEL (bukan hanya teriakan dan jingkrak-jingkrak untuk mengadakan perubahan). Soft role model ini akan bertahan lebih lama.Leadership level-5 inilah yang telah dilakukan oleh perusahaan-perusaha an GOOD TO GREAT ala Jim Collins yang melakukan perubahan dengan cara-cara perlahan, konsisten, tidak kentara namun hasilnya (resultnya) meledak luar biasa. Dan perubahan serta kinerja tinggi itu (high performance) bisa bertahan lama (diatas 15 tahun).

source: Harry ‘Uncommon’ Purnama

~ oleh oretankoe pada Februari 23, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: