Mengelola Sebuah Gaji

Mengelola gaji sebenarnya sangat mudah untuk dipahami, yaitu: Gaji hanya dipergunakan untuk membayar seluruh biaya hidup di masa kini dan masa depan, dan bukan dipakai untuk membayar ongkos hidup masa lalu.

Uang makan, transportasi, biaya komunikasi, dan lain-lain, termasuk biaya hidup masa kini. Sedangkan menabung, menyiapkan dana darurat, dan menyiapkan pensiun, adalah biaya hidup masa depan. Menurut Freddy Pieloor, CFP, perencana keuangan dari PT Antara Intermediary Indonesia, ada tiga masa dalam pengelolaan gaji, yaitu:

1. Masa Krisis
Suatu keadaan di mana Anda memiliki utang yang sangat besar, dan Anda harus berjuang sekuat tenaga untuk menyelesaikan utang yang berbunga sangat tinggi (utang kartu kredit & kredit tanpa agunan). Anda harus membayar utang tersebut dari gaji Anda sebesar 50 persen dari gaji Anda.

Pada situasi seperti ini tunda dahulu membangun berbagai rekening dan membeli proteksi asuransi. Bila perlu Anda menjual barang berharga (emas) atau mencairkan deposito untuk membebaskan diri dari jeratan dan biaya bunga wow gede.

2. Masa Kredit
Situasi di mana Anda hanya memiliki utang KPR & KPM (rumah dan mobil) yang sudah Anda rencanakan dalam jangka panjang. Di sini alokasi gaji Anda sebesar 10 persen untuk dead account (dana pensiun), 20 persen untuk membayar kredit, 10 persen membangun safety net (dana darurat), dan 60 persen membayar ongkos hidup.

3. Masa Nyaman
Situasi di mana Anda tidak lagi memiliki segala bentuk utang yang memberatkan. 10 persen untuk dead account, 20 persen membangun safety net, 65 persen untuk ongkos hidup, dan 5 persen untuk biaya entertainment (ngopi dan hang out). Setelah safety net Anda telah berjumlah 6-12 kali gaji Anda, maka selanjutnya silakan bangun growing & business account.

So, Anda boleh ngopi dengan 5 persen dari gaji Anda, setelah Anda memasuki masa nyaman (terbebas dari utang). Bila belum, cobalah siasati dengan ngopi hanya sebulan sekali. Dan belajar soal mix and match pakaian, sehingga Anda tidak perlu sering-sering belanja pakaian. Coba bongkar lemari pakaian, masih banyak koleksi yang bisa disiasati tanpa perlu membeli koleksi baru.

source: kompas.com

~ oleh oretankoe pada Februari 25, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: