Tidak mau bersedia membayar harganya

Pernahkah anda menemui orang yang tidak mau terjun ke dalam bisnisnya, tapi menginginkan hasil yang cepat dan besar?. Salahkah ? tidak sama sekali, Jika anda seorang investor handal, memang harusnya seperti itu, tidak ada yang keliru. Namun, ada satu yang hal yang sering saya temui, yaitu mereka tidak pernah sedikitpun mengalami, membangun, mempunyai dan menjalankan bisnis.
Misalnya, sekarang banyak sekali peluang bisnis bertebaran dimana-mana. Franchise dan Business Opportunity juga menjamur. Tentu saja tidak sedikit mengundang minat para pebisnis untuk mengambil peluang bisnis tsb. Ada yang membutuhkan investasi yang cukup besar, lalu ada juga “business opportunity” yang menawarkan investasi kisaran Rp.2 Juta hingga Rp. 15 Juta misalnya.
Sayangnya, banyak para pemula ketika mengambil peluang bisnis tsb, kerap kali mengharapkan Keuntungan Besar & Cepat, Modal kecil, Resiko kecil, Usaha Nol. Jelas? Jadi sedikit yang total terjun atau konsen ke bisnis yang diambilnya tapi mengharapkan keuntungan besar ditambahkan lagi maunya modal yang di keluarkan kecil, balik modal cepat kemudian tidak mau ambil resiko.
Tinggal ongkang ongkang kaki ,bersedekap tangan, tinggal menyuruh, berpikir jika mengambil “business opportunity” sudah dijamin pasti menguntungkan seperti menanamkan uang ke deposito. Lalu jika rugi atau bisnisnya tidak berjalan mulus langsung komplain habis-habisan ke owner atau pemilik utamanya, padahal hanya mengambil bisnis yang investasi relatif kecil
Lain cerita jika anda mengambil bisnis franchise yang membutuhkan Anda minimal diatas Rp.300 Juta atau Rp.500 juta. Sudah sepatutnya Anda mengeruk keuntungan yang sudah diperkirakan cukup bagus karena sudah terbukti.Bisa jadi Anda jarang mengunjungi bisnis tsb, tinggal menerima laporan keuangan dan keuntungan.
Bersedia membayar harganya
Ya, jika anda ingin memperoleh keuntungan besar, tidak terlalu terjun atau terlibat dalam bisnisnya, tinggal menerima hasil, Anda harus bersedia membayar harganya. Kurang bijaksana jika kita membeli dengan modal kecil hanya kurang dari Rp.5 juta misalnya. Tapi berharap keuntungan cepat & besar, tidak mau terjun ke bisnisnya, menginginkan pelayanan seperti Anda memilik bisnis Ratusan Juta Rupiah.
Bersedia membayar harganya tidak hanya dinilai dari investasi yang dikeluarkan, tapi termasuk kesediaan mengeluarkan tenaga, proses belajar, waktu dan pikiran.
Saya teringat dalam tulisan Mas Jaya Setiabudi pada bukunya The Power of Kepepet yang mengulas tentang memulai bisnis dari 5 bukan dari Nol dan juga bukan dari 10. Mulai dari 5 artinya kita tidak perlu mengalami dan membayar proses trial dan errornya yang terlalu besar, resep sudah tinggal dijalani, tempat dibantu survei, desain sudah siap, dan promosi sudah teruji. Sisanya agar mencapai angka 10, dibutuhkan keterlibatan usaha Anda sebagai mitra usaha. Lain cerita jika bisnisnya sudah diposisi angka 10, anda tinggal menikmati keuntungannya saja. Silahkan Anda mau pilih yang mana? Memulai bisnis dari Nol, Lima atau Sepuluh ? Yang penting Anda bersedia memikul tanggung jawab dan resikonya.
Bagaimana menurut Anda?

http://mastermindja ksel.com/ ?p=222

~ oleh oretankoe pada Februari 26, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: