Berubahlah…BABI !

Tersebutlah seorang lelaki dengan kelainan unik yang dideritanya. Kelainan itu sangat mengganggu dan kini malah membahayakan kariernya. Setiap disuruh menuliskan nama, selalu saja tanpa sengaja dia menuliskan kata “BABI”. Entah darimana awalnya kebiasaan itu bermula, yang jelas kebiasaan itu kini telah lebih dari sekedar berurat akar, ia telah menjelma menjadi monster. Karena telah demikian frustasi, si pria akhirnya memutuskan untuk berkunjung ke psikiater. Berbagai analisa kejiwaan pun dilakukan. Kesimpulannya ? simple. “Tangan kanan Anda tampaknya iri dengan tangan kiri nya. Betapa tidak, jam tangan dan cincin berada ditangan kiri Anda, sedangkan tangan kanan hanya kebagian kerja”, ujar psikiater tenang. Mereka berdua sepakat memindahkan jam si pasien dari tangan kiri ke tangan kanan, sementara tangan kiri tetap kebagian cincin. Biar adil. Secarik kertas dan pulpen diberikan kepada si pasien, dan psikiater itu menyuruh nya menuliskan ‘namanya’ disana. Pergulatan hebat terjadi. Tangan yang gemetar, keringat bercucuran, urat-urat birupun bermunculan, menandakan tidak mudah melakukan tugas sederhana itu. Singkat cerita setelah satu jam berlalu, akhirnya tertulislah kata “Prakoso” di kertas itu. Dia berhasil ! Si pasien telah sembuh, dan psikiaterpun merasa terharu dan bangga. “Nah Anda sudah sembuh.”, ujar psikiater bersemangat,”Nih..lihat…’Pra-ko-so’..nama Anda. Coba baca..tulisan ini”. Si pasien tertawa..mengangguk -angguk.. kemudian membaca tulisannya sendiri.”BABI“ ujarnya kalem.

Bagi Anda yang gemar membaca tulisan Putu Wijaya, pasti pernah membaca tulisan diatas. Bagi saya pribadi tulisan diatas menggambarkan tentang perubahan sebuah kebiasaan. Anthony Robin memakai istilah ‘jalinan neuron’, Stephen Covey memakai istilah ‘karakter’, berbagai pakar mempunyai cara tersendiri untuk menggambarkan bagaimana kebiasaan terbentuk dan bagaimana orang dapat memiliki kebiasaan yang efektif (baca : menguntungkan) dalam kehidupannya. Kesadaran akan semua itu memunculkan berbagai teori dan praktik disekitar persoalan “kebiasaan”. NLP misalnya..siapa yang tidak mengenal istilah ini. Sederet pakar kini memajang gelar NLP Trainer tak jauh dari namanya. Tapi apapun itu, saya pribadi sepakat dan percaya bahwa tidak ada jalan pintas alias short cut untuk berubah. Bukan berarti saya mengatakan bahwa setiap perubahan itu sangat sulit, cendrung mustahil atau “selalu” memerlukan waktu yang demikian lama (meskipun kadang itu terbukti benar). Tetapi yang ingin saya katakan bahwa untuk berubah memang memerlukan niat yang bulat dan kesungguhan dan keiklashan. Mengenai methode atau teori atau apapun itu syah-syah saja, tetapi jika “hanya” pada hal-hal itu kita bersandar, bersiap-siaplah kecewa. Karena ujung-ujungnya perubahan itu larinya ke masing-masing pribadi kita juga. Inilah yang menyebabkan beberapa orang yang ikut seminar demikian semangat dan bersinar-sinar pada awalnya, menjadi layu, loyo dan kemudian sontoloyo setelah 2 bulan berikutnya. Pada waktu seminar, mungkin karena pengaruh sound system yang menggelegar, cahaya lampu yang hebat, lilin-lilin yang dramatis, perjalanan diatas api yang luar biasa, belum lagi suara motivator yang membuat bulu kuduk merinding, air mata yang tumpah…dan sebagainya dan sebagainya.. .digabung jadi satu…seolah hipnotis yang lebih hebat dari Romy Rafael, yang mampu mempengaruhi kita saat itu. Tetapi..jauh- jauh hari setelah pertunjukan itu bubar..ketika sendirian..dibawah tekanan..stress. .nah saat itulah sebenarnya momen hakiki yang akan menentukan seberapa langgeng perubahan itu kelak.
Memang Perubahan kebiasaan –yang buruk tentunya- harus dilakukan dan memang terasa berat dan memerlukan niat yang sungguh-sungguh bulat, mengenai jangka waktu….? yang satu ini tergantung kita..kadang malah seumur hidup kita, yang jelas ada upah yang pasti disetiap perubahan yang kita lakukan. Hati lebih tentram, tubuh lebih sehat, keluarga lebih harmonis, bertambah sukses dan terakhir…harapan semua orang…..masuk surga J. ***

by MTA (Made Teddy Artiana)

~ oleh oretankoe pada Maret 6, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: