Epilepsi dapat sembuh total

Sumber: http://www.tempo.co.id/medika/arsip/072001/keg-2.htm

Dengan Pengobatan Rutin, Epilepsi pada Anak Dapat sembuh Total
Penyandang epilepsi akan mengalami kejang secara spontan tanpa sebab sebagai gejalanya. Selain itu, ada pula yang disertai sebab ringan seperti kurang tidur, capek, melihat sesuatu yang berkedip-kedip, dan lain-lain. Pada anak, jenis bangkitan kejang sangat bermacam-macam, dapat berbentuk kejang kaku dan kejang kelojotan yang disertai mulut berbusa atau tidak. Bentuk yang lain berupa serangan bengong, kaget-kaget, jatuh-jatuh, atau mengecap-ngecap. Keprihatinan yang mendalam akan dirasakan semua orang jika melihat bayi berusia tiga bulan yang kejang-kejang karena epilepsi.

Namun, sangat disayangkan masyarakat sudah terlanjur mempunyai persepsi buruk tentang penyakit ini. Persepsi buruk yang dimaksud di antaranya
menyatakan bahwa epilepsi merupakan penyakit keturunan, menular, dan tidak dapat disembuhkan. Padahal, dengan pengobatan yang rutin, anak
penyandang epilepsi dapat sembuh secara total. Demikian kesimpulan yang didapat dari kegiatan Press Up-date dengan tema “Epilepsi pada Anak”
yang diselenggarakan oleh Janssen Pharmaceutica pada 6 Juni 2001. Pada acara yang diikuti wartawan media cetak dan elektronik tersebut, hadir
sebagai pembicara Dr. Hardiono D. Pusponegoro, Sp.A(K) dan Dr. Irawan Mangunatmadja, SpA.

Penyebab epilepsi pada anak, menurut Hardiono, sebagian besar tidak diketahui. Namun demikian, faktor lain yang menyebabkan timbulnya penyakit ini yaitu adanya kerusakan kecil atau besar pada otak.

Kerusakan ini dapat disebabkan perdarahan, tumor, infeksi otak, kelainan bawaan, dan lain-lain. Dari seluruh kasus epilepsi, 60% di antaranya tidak diketahui penyebabnya, sedangkan pada anak yang berumur 10 tahun sebanyak 80% tidak diketahui penyebabnya. Berdasarkan fakta tersebut, berarti sebanyak 360 ribu kasus epilepsi tidak diketahui penyebabnya jika dihitung berdasarkan prevalensi epilepsi di Indonesia yang berjumlah 600 ribu penderita. Di RSCM sendiri, menurut dokter spesialis anak yang juga berpraktek di Klinik Anakku, ini terdapat 175–200 kasus baru per tahun. Dengan berkembangnya teknologi kedokteran diharapkan epilepsi yang tidak diketahui penyebabnya semakin berkurang.

Sindrom epilepsi yang terjadi pada anak banyak jenisnya, di antaranya Ohtahara, Spasme Infantil, Lennox-Gastaut, dan lain-lain. Sindrom Ohtahara terjadi pada bayi berusia 0–3 bulan dengan gejala munculnya gerakan aneh yang berulang-ulang. Gejala ini memang sangat tidak khas karena bayi baru lahir sulit dikenali gerakannya. Namun, dengan observasi yang teliti dapat ditentukan gerakan tersebut kelainan atau bukan. Jika masih tidak dapat ditentukan, EEG dapat dilakukan untuk memastikannya.

Selain sindrom Ohtahara, pada bayi terutama yang berusia 3–12 bulan, dapat terjadi Spasme Infantil atau dikenal juga dengan Sindrom West.
Sindroma ini ditandai dengan kejang yang dialami bayi menjelang tidur, munculnya berulang-ulang, dan berbunyi. Bayi yang mengalami spasme ini
hasil EEG-nya sangat buruk. Selain itu, kejang-kejang yang sering dialaminya dapat mengakibatkan retardasi mental. Sindrom Lennox-Gastaut juga dapat dialami oleh bayi, terutama yang berusia di atas 1 tahun.

Sindrom ini meliputi semua jenis bangkitan kejang seperti Atonik (jatuh-jatuh), Tonik (kejang umum), Tonik-Klonik (kejang disertai jatuh), Mioklonik, dan Absence (serangan bengong). Prognosis sindrom ini sangat buruk dan hampir 100% penderita mengalami retardasi mental.

Hal yang terpenting menurut dokter yang juga pengurus Yayasan Autisme Indonesia, ini adalah bahwa epilepsi dapat disembuhkan dengan pengobatan
yang kontinyu. Untuk pasien yang akan menjalani pengobatan, harus dipastikan dahulu bahwa ia benar-benar menyandang epilepsi. Dengan diagnosis yang benar, misalnya dengan pemeriksaan EEG, dapat dipastikan bahwa seseorang menyandang epilepsi. Penyandang epilepsi yang tengah menjalani pengobatan sedapat mungkin hanya menggunakan satu jenis obat.

Obat yang dipakai pun harus diminum dengan teratur, sebab jika pemakaian obat dihentikan dengan tiba-tiba maka akan menimbulkan serangan yang
hebat. Pengobatan yang tengah dijalani harus diberikan secara rutin selama 2–3 tahun dan pada beberapa kasus diberikan seumur hidup.

Penyandang epilepsi yang telah menjalani pengobatan 60–80%, bebas serangan selama 3 tahun tanpa kekambuhan walaupun pengobatan dihentikan.
Sebagian kecil penyandang bebas serangan, tetapi harus tetap minum obat.

Hanya 2 – 5% penyandang epilepsi yang serangannya sulit diatasi walaupun dengan beberapa obat (intraktabel epilepsi). Pernyataan di atas merupakan harapan yang menggembirakan bagi keluarga yang salah satu anggotanya menyandang epilepsi. Selain itu, Irawan menyebutkan bahwa
alternatif terakhir untuk mengobati epilepsi adalah dengan mengoperasi bagian sel saraf yang sering menimbulkan kejang. Hanya saja, setelah operasi ada bagian tubuh yang tidak dapat berfungsi karena sarafnya telah terpotong. Di Semarang telah berhasil dilakukan sepuluh operasi otak untuk pengobatan epilepsi. (Hidayati W.B.)

~ oleh oretankoe pada Maret 7, 2009.

11 Tanggapan to “Epilepsi dapat sembuh total”

  1. saya sudah 3x mencoba dengan pemeriksaan EEG, tetapi penyakit epilepsi saya tetap tidak bisa sembuh. bagaimana lagi cara yang harus saya lakukan. sedangkan orang tua saya sudah bertahun-tahun mengobati saya. terima kasih.

  2. mba Yurike,
    coba hubungi dokter saraf lainnya utk mencari 2nd opinion, semoga lekas sembuh, amin

  3. coba ke Klinik Na-tura di sana banyak kasus epilepsi yang dapat dibantu kesembuhannya melalui akupuntur dan obat-obatan herbal

  4. saat tidur anak saya kejang tanpa sebab, saya bangunkan ia bangun lalu muntah dan dalam keadaan sadar, ketika ditanya reaksi jawabannya sangat baik dan normal, apakah ini termasuk epilepsi ? saya bawa ke dokter dan dirujuk untuk eeg , meski hasilnya dinyatakan benar epilepsi tapi saya masih belum yakin ,sebab ketika eeg dilakukan, anak saya sedang dalam kondisi lelah setelah melakukan perjalanan jauh berangkat dari jam 11.00 ke dokter umum lalu diperiksa eeg jam 17.30, ditambah lagi baru mengkonsumsi obat pemberian dokter umum tadi ( yang kemungkinan membuatnya ngantuk ). mungkinkah kondisi tubuh anak saya yang sedang lelah ketika menjalani eeg menyebabkan hasil eeg nya positif epilepsi ?
    untuk diketahui selama ini anak saya tidak pernah mengalaminya…,mohon penjelasan untuk menenangkan hati saya yang sedang gundah gulana bahkan condong depresi atau stress menerima kejadian yang tak pernah saya duga akan saya alami ini.

  5. Saya dlu waktu kcil umur 3 thn pernah mengalami epilepsi smpe dirawat 1 bln drmh skit. Saya skrng brumur 26. Smenjak saya kluar rmh sakit dlu smpe skrng saya menjalani hari..hari dgn normal smpe skrng tidak ada gejala dari epilepsi. Nah yg saya tanyakan.. Apakah epilepsi itu bsa kmbali menyerang…?

  6. saya punya epilepsi dr kecil,setiap hari harus minum obat sampe skrg harus minum obat jika tidak maka terjadi serangan yg berupa tibatiba jatuh sekarang umur saya 23,apakah epilepsi sy bs disembuhkan?

  7. I do accept as true with all of the ideas you’ve introduced to your post. They are very convincing and will certainly work. Still, the posts are too quick for starters. Could you please extend them a little from subsequent time? Thanks for the post.

  8. waktu umur 2 tahun saya mempunyai penyakit epilepsi tapi setelah umur 4 tahun saya dinyatakan sembuh,tapi setelah saya umur 34 tahun penyakit epilepsi saya kambuh lagi, sebelum kambuh 8 tahun yg lalu sampai umur 34 th saya mempunyai penyakit entah penyakit apa yg reaksinya cuma sebentar dari perasaan bingung lalu sesak nafas selanjutnya serasa ada hawa panas yg naik dari tenggorokan lalu ke mata terahir di kepala terasa sakit , apakah epilepsi saya akibat penyakit itu, mohon petunjuknya

  9. Seperti yg diutarakan diatas.betul adanya,anak sy cthnya swkt umurnya 1,5 th didiagnosa terjangkit epilepsi.selg pengobatan tengah berjln,kami menghentikan dgn pengobatan alternatif bhkn hgg 3x ttp yg ada mlh memperparah anak sy.akhirnya kami sepakat kbl ke medis.Allhamdulillah stlh 3 th pengobatan anak sy dinyatakan sembuh hgg sekrg.saat ini anak sy tlh bebas obat hmpr 1 th.terimakasih Dr Dwi Putro dan dokter2 yg lain yg tdk dpt disebutkan 1 per 1 yg telah ikut membantu pengobatan anakku.terimakasih para dokter.

  10. saya penderita epilepsi sdh hmpir 5 thun berobat tapi tak kunjung sembuh sya mulay putus asa dan berhenti minum obat tpi stlah sy gakvminum obat slma brbulan” epilepsi sya takvksmbuh lagi apakh sya mulay sembuh?
    mhon masukan nya

  11. Sebaiknya untuk memastikan ai nina sdh sembuh atau belum harus berdasarkan pemeriksaan dokter

    jika tidak memberatkan cari second opinion dari dokter yang lebih senior di kota anda atau di kota besar dekat kota anda tinggal

    Semoga lekas sehat kembali.. tetap semangat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: