Transient Ischaemic Attack (TIA)

Tahukah Anda singkatan dari apakah T.I.A itu? T I A singkatan dari Transient Ischemic Attack. Nama yang indah, tetapi tak seindah efek yang diakibatkannya.

Jika dedefinisikan, TIA adalah episode gangguan aliran darah ke otak secara mendadak, local, singkat, dan menghilang dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Serangan TIA bisa berupa gangguan memori sesaat, kesemutan atau kelumpuhan setengah tubuh, kesulitan berbicara atau mengerti pembicaraan, bicara pelo, gangguan menelan, gangguan penglihatan pada satu atau kedua mata, serta gangguan keseimbangan dan koordinasi. Bila dibiarkan saja tanpa pengobatan, maka kira-kira 30 persennya akan berkembang menjadi stroke, dan 50 persennya terjadi pada tahun pertama, terutama bila penderita mengalami TIA berulang. Oleh karena itu, TIA disebut juga Mini Stroke. Gejala TIA biasanya akan menghilang dalam beberapa menit sampai jam, tetapi tak lebih dari 24 jam. Bila lebih dari 24 jam gejala belum menghilang, maka sudah disebut stroke.

Simak sebuah cerita ilustrasi yang benar-benar terjadi di bawah ini:

Seorang bapak berumur 63 tahun, dosen di sebuah universitas swasta, sudah bertahun-tahun secara rutin mengemudikan mobil untuk pergi – pulang mengajar. Sore itu, sepulang mengajar, dengan santainya si bapak dosen memarkir mobilnya di garasi, masuk ke rumah, lalu melepas sepatu dan dasinya untuk beristirahat di ruang tamu rumah tersebut. Pemilik rumah tersebut kebingungan menghadapi si bapak yang tidak dikenalnya tahu-tahu masuk rumahnya. Setelah berdialog, baru ketahuan bahwa si bapak dosen telah salah masuk rumah orang. Itupun baru disadarinya kira-kira 1 jam kemudian. Bapak dosen tersebut telah mengalami kehilangan memori sejenak. Apa yang dialami oleh bapak tersebut dapat terjadi dengan anda jika anda terkena TIA.

Apa yang menyebabkan terjadinya TIA?

Penyebab TIA sama dengan stroke penyumbatan, yaitu karena adanya penimbunan kolesterol di dinding pembuluh darah otak atau adanya gumpalan darah dalam aliran darah ke otak dari bagian tubuh yang lain, seringkali berasal dari jantung.

Ada faktor risiko TIA yang tidak bisa diubah, seperti riwayat keluarga, umur, jenis kelamin, dan ras. Namun, banyak faktor risiko yang bisa dikontrol, seperti berikut ini.

* Tekanan darah tinggi (tekanan darah > 140/90 mmhg)
* Penyakit jantung (pernah kena serangan jantung, kebocoran katup jantung, detak jantung yang tak teratur, fibrilasi atrial, penyakit katup jantung akut)
* Diabetes atau kencing manis, kadar kolesterol LDL tinggi atau HDL rendah, trigliserida tinggi
* Kadar homosistein tinggi, kelainan darah, kegemukan
* Perilaku gaya hidup yang merugikan (merokok, kurang berolah raga)

Padahal, dengan mengontrol faktor-faktor risiko tersebut, maka kejadian TIA, stroke penyumbatan, dan serangan jantung bisa dicegah.

Langkah-langkah Pencegahannya:

Pencegahan TIA bisa berupa makan makanan rendah kolesterol, lemak, dan rendah garam, banyak makan sayuran dan buah-buahan, berhenti merokok, olahraga rutin, menurunkan berat badan bila kelebihan, kontrol ketat kadar gula darah bila kencing manis, dan jaga tekanan darah tetap optimal.

Bila dengan cara di atas faktor risikonya belum terkontrol, minum banyak air putih dan obat-obatan secara rutin dengan dosis tepat.

Tahukah Anda?

Karena sulit dibedakan antara gejala TIA dan stroke akut, maka gejala stroke apapun harus diwaspadai dan diperiksakan ke dokter.

Faktor utama penyebab TIA adalah penderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, perokok, dan peminum berat alcohol.

Faktanya, orang yang pernah terkena TIA kemungkinan besar akan menderita stroke.

Stroke dapat menyerang orang pada usia muda jika dia perokok, penderita tekanan darah tinggi, kebiasaan minum minuman keras, kencing manis, kadar kolesterol tinggi, kegemukan, irama jantung tak teratur dan thrombofilia ( darah lebih mudah membeku) ataupun pada sebagian kecil orang dengan penyakit lupus.

Diperkirakan 200.000 hingga 500.000 TIA terjadi setiap tahunnya.

Tanda-tanda Serangan TIA

* Salah satu sisi tubuh Anda terasa kebas (mati rasa) dan berat.
* Kesulitan menggerakkan lengan, leher, wajah hanya pada satu sisi tubuh.
* Pandangan kabur dan suram, atau segala sesuatu tampak dobel bahkan Anda tak bisa melihat sama sekali.
* Susah bicara, huruf atau kata yang diucapkan berantakan.
* Sulit mengerti suatu susunan huruf.
* Merasa sulit berdiri tegak dan berjalan lurus, pusing, atau jadi ceroboh.

(dari berbagai sumber, http://www.nlm.nih.gov , http://www.z.about.com, http://www.healthatoz.com, PI HEALTHCARE Group)

~ oleh oretankoe pada Mei 30, 2009.

Satu Tanggapan to “Transient Ischaemic Attack (TIA)”

  1. […] Transient Ischaemic Attack (TIA) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: